Tuesday, February 5, 2013

Kopdar di Michelle Coffee



Saturday, January 12, 2013

GOES TO JAK BREW CHAMP


Jakarta Manual Brewing atau event menyeduh kopi dengan menggunakan alat manual (tanpa listrik dan tanpa ampas kopi) untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh cikopi dan Triple Nine event orgaizer. Perlombaan ini peserta diperbolehkan menggunakan 3 alat manual brewing : aeropress, french press, dan pour over dengan juri – juri yang sudah berpengalaman dalam mencicipi kopi (cupping). 

Mendengar kabar yang diumumkan oleh Tony Wahid melalui blognya, kami sangat antusias untuk turut berpartisipasi dalan event ini, namun di markas kami dari 3 alat yang dilombakan hanya tersedia French Press sedangkan keinginan kawan – kawan KOPI KOE ada yang tertarik dengan Pour Over dan juga Aeropress.

Waktu yang tersisa hanya tinggal satu minggu menjelang lomba manual brewing ini, aditya baru memulai latihannya di Kopi Dimana? Yang terbuka lebar kepada kami untuk belajar. Sedangkan Awan Koespriadi juga yang baru saja turun gunung kembali memulai latihannya di Cangkir Coffee ditempat dia bekerja sekarang. Dan Tre bersama Andika baru beberapa kali mencari takaran dan grounding size yang pas di Kompi (Markas Besar KOPI KOE).

Dan tibalaaahh.. pada harinya, Jakarta Brew Champ 2012. Dari markas besar KOPI KOE, kami berempat, adit,andika, awan dan Tre. Mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk pertandingan seperti gelas, saucer, thermometer, gelas takar, sendok kopi, teko angsa, dan lain – lainnya.

EX Plaza, sesampainya disana suasana masih tampak santai, penyelenggara masih menunggu registrasi ulang. Dan benar dugaan, nama kita berempat tidak terdaftar di penyeleggara event dengan alasan “seharusnya setelah registrasi lewat email kita harus telepon panitia JCB”. Ohh itu memang tidak kami telpon setelah registrasi lewat email. Karena kami yang terlanjur niat untuk acara ini sesekali kami mendatangi  penyelenggara event dan akhirnya kami pun dijadikan peserta cadangan, jika ada peserta yang telah registrasi namun tidak berkenan hadir pada saat acara. Selanjutnya waktu terus mengalir dan 30 menit sebelum pertandingan para peserta diberikan kesempatan untuk latihan mencoba alat – alat yang akan dipakai yang telah disediakan oleh EO. Sedangkan kami masih galau karena panitia penyelenggara masih menunggu peserta yang akan datang. Beberapa menit sebelum pertandingan dimulai barulah kami dipanggil oleh panitia untuk menggantikan peserta yang berhalangan hadir. Dengan nomor urut yang terpisah – pisah karena menggantikan nomor registrasi peserta yang tidak hadir, sebenarnya ini menjadi keuntungan bagi kami karena keterbatasan alat yang kita miliki dan disini kita bisa saling bergantian alat yang kami bawa. Hehe..

Satu demi satu diantara kami berempat mulai bertanding, suasana pun semakin gemetar ketika para juri mulai mencicipi kopi yang kami buat. Disini tidak hanya urusan pembuatan kopi tapi mental pun diuji, betapa tidak, peserta pertandingan selain kami adalah barista – barista dari kedai kopi ternama, bahkan ada juara 2 asia barista pula. Hingga babak penyisihan selesai dan panitia lomba pun mengumumkan 6 besar peserta yang akan lolos seleksi ke final. Andika adalah salah satu dari kami yang akan bertanding di final. Kemudian dari 6 besar tersebut peserta bertanding kembali dan semua peserta diwajibkan menggunakan French Press dan kopi yang dipakai Toraja Sapan, kopi yang menang lelang Kopi 2012 di Bali. Kami hanya memberikan semangat dan motivasi kepada kawan kami yang lolos satu – satunya ini.



Dan dengan ketenangan dan teknik membuat kopi yang konsisten dari babak penyisihan, Andika mulai membuat kopi dengan French Press secara perlahan dengan waktu yang disediakan 15 menit. Hingga 6 besar peserta selesai semua kami mulai dag dig dug menunggu Juri menyebutkan nama Juara 1 sampai 3. Juri mulai menyebut juara 2 ada Ajeng dari Starbuck, lalu kami semakin gemetar menyisakan 2 pesrta yakni Andika disebelah kiri juri dan B. Pras disebelah kanan juri. Dan akhirnya juri mengangkat tangan sebelah kirinya. Yakkk.. Andika dari KOPI KOE pemenangnya.




Dan hal yang tak disangka lagi disitu hadir pemenang Ultimate Barista Challlange (UBC) dengan kategori Manual Brewing. Panitia menginginkan lombanya menggunakan tangan satu, jadi peserta boleh memilih lengan kanan atau kiri yang akan dipakai. Sekali lagi dengan konsistensitas dan mental sama – sama juara, French Press Bodum berhasil dibawa pulang oleh kami dengan Andika yang berhasil menang kembali.

Berikut adalah takaran dan cara penyeduhan yang Andika pakai :

Alat Brewing  : Frenchpress
Takaran         : 15gr : 200ml
Suhu air         :  90 derajat
Ground size   :  Medium

Cara brewing :
1. Basahi dinding frenchpress
dan gelas untuk kopi.
2. Masukan bubuk kopi
15gr atau sesuai selera takaran yang diinginkan.
3.
Basahi bubuk kopi dan diamkan 15-20 detik.
4.
Tuangkan air dengan mengelilingi bagian kopi sampai rasio air yg diinginkan terpenuhi.
5. Tunggu sampai 3 menit agar proses pemasakan/seduhan bubuk kopi lebih merata dan sempurna.
5. Setelah
Lalu aduk sebelum di tekan untuk hasil lebih maksimal atau bisa langsung ditekan.


Dari kami, terimakasih untuk semua kawan – kawan KOPI KOE, pihak penyelenggara, dan orang – orang yang membantu dalam persiapan acara JBC.

Tuesday, December 18, 2012

Jalan jalan sambil belajar ngopi


“TRIP KOPI”, memang sedikit berbeda dengan trip – trip yang orang lain biasa lakukan. Yak inilah kami sebuah komunitas kopi, berawal dari obrolan yang sering kami lakukan di KOMPI (Markas besar KOPI KOE) yang kebanyakan dari kita sangat penasaran ingin melihat/berkunjung langsung ke kebun kopi. Kunjungan ke kebun kopi sebenarnya sudah lama kita canangkan, sekitar setahun yang lalu kita sudah meniatkan ini. Sudah banyak juga beberapa kawan - kawan pemilik perkebunan kopi dan pengusaha kopi yang meminta untuk mengunjungi kebun kopinya  Dan pada akhirnya kami memilih untuk berkunjung yang lebih dekat dari markas kami. Tentunya tidak hanya perkebunan kopi saja yang kita kunjungi, kedai – kedai kopi di Bandung pun sudah banyak dan beragam. Kecintaan kepada minuman kopi inilah membuat kami mempelajari seluk beluk dan pengetahuan kopi. Kopi memang begitu sensitif, sedikit salah penanaman, pengolahan sampai penyajian akan membuat cita rasa kopi yang tidak khas. Inilah keingintahuan kami untuk berkunjung ke kebun kopi.



Meminimalisir waktu yang hanya dua hari kami memanfaatkan hari weekend dan keberangkatan malam hari agar teman - teman yang ikut trip dapat bekerja kembali di hari kerja. Disaat bulan mencapai pucuk langit sekitar pukul 23.00 wib kita memulai keberangkatan dari Jl. Srikandi Jakarta timur menggunakan mobil AVP dengan pasukan 8 orang.
            Dan perjalanan pun berlangsung, suasana dini hari perjalanan sudah mulai terasa dingin angin pagi mengagetkan  badan yang  tak biasa di Jakarta. Pom bensin lah tempat untuk kita istirahat karena supir kita hanya satu orang (hehe.. @masMbenny). Setelah  istirahat dirasa cukup ba'da shubuh kami melanjutkan perjalanan ke Ciwidey. Tak lama jalanan pun sudah mulai naik dan berlikuk - likuk. Pemandangan alam dari perbukitan, sawah, perkebunan teh sungguh menyegarkan mata pagi hari di Ciwidey. Sekitar pukul 07.00 wib sudah sampailah waktunya untuk sarapan pagi, mencari nasi uduk dan mencari kabar dari tuan rumah kebun selanjutnya. Dan kabar dari bang Acong (orang yang akan menemani ke perkebunan kopi akan samapai di ciwidey pukul 13.00. Karena bang Acong sendiri bertempat tinggal di Bandung. Untuk mengisi waktu, maka sangat sayang jika kita tidak mampir  ke kawah putih Ciwidey karena tidak jauh untuk pergi kesana. J
            Untuk masuk ke kawah putih dapat langsung menggunakan mobil pribadi lansung dengan membayar Rp. 280.000/mobil atau menyewa angkot Rp. 25.000/orang. 

1. Kita Ngopi di KOPI IRENG




2. Kita Ngopi di Kopi-Q



3. Kita Ngopi di Paris Van Java (PVJ)






 

Wednesday, November 7, 2012

Profile KOPI KOE


Komonitas pecinta kopi nusantara, yang lebih dikenal dengan KOPI KOE adalah sebuah wadah komunitas yang didalamnya berkumpul orang-orang yang suka minum kopi.
Komunitas yang dijadikan sebagai tempat berkumpul, belajar dan bertukar pikiran untu lebih mengenal berbagai macam kopi nusantara demi menambah pegetahuan.
Berawal dari ide pemikiran & inisiatif beberapa orang yang sangat suka minum kopi dan mengajak teman-teman lainnya untuk berkumpul dan bertukar pikiran dalam kopdar pertama pada awal tahun 2010 maka terbentuklah KOPI KOE Dan dideklarasi tahun 2011.
Untuk mencapai tujuan komunitas maka kami membentuk sebuah kepengurusan yang didalamnya terdapat :
KETUA : BUDI RIYANTO (0325.001)
SEKRETARIS : M. FUAD SHOIM (0325.003)
BENDAHARA : TRI IKHWAN (0425.004)
HUMAS : AWAN KUSPRIYADI (0325.0005), ANDIKA (0325.007)
PENGEMBANGAN : ADITYA DS (0325.009), HERDIKA BENY(0325.014)
KOPDAR : HADI MARDIANSAH (0325.012)
SURVAY : RAHMAT M (0325.011)
Di dunia, indonesia menghasilkan kopi-kopi dengan kualitas yang sangat terkenal didunia dengan cita rasa yang unik dan berbeda-beda dari setiap daerah penghasilnya seperti gayo (aceh), mandaling, lintong (sumut), toraja (sulawesi), java, bali sampai wamena (papua) yang bisa kita kenal dengan sebutan kopi nusantara.
Dahulu kegiatan ngopi diangap hanya pantas dilakukan oleh orang-orang tua, tapi kini angapan itu sudah tidak relevan lagi, ini bida dibuktikan dengan banyaknya tempat-tempat ngopi yang mudah kita temui dimana saja selalu padat dikunjungi kaum muda baik untuk sekedar kumpul-kimpul atau diskusi tentang tugas sekolah sampai kepada pekerjaan. Sampai ada istilah yang beredar saat ini “ kalau anak muda tidak ngopi berarti dia tidak gaul”.

Salam kopi koe
Satu rasa senikmat dan semantap kopi kita

Kemanapun kita melangkah. Dimanapun kita singgah, Disitu kita ngopi......................

Sekretariat Komunitas Pecinta Kopi Nusantara (KOMPI)
Jl. Remaja, Komplek Srikandi No.83, Rt 07 Rw 03, Jatinegara Kaum Jakarta Timur, 13120
P/M : 0821 1165 1626,
email : kopikoe@gmail.com, http://kopikoe0325.blogspot.com  
Tentang KOPI KOE

Thursday, November 1, 2012

COFFEE CUPPING TEST

Coffee Sumatera VS Coffee Bali Kintamani Bean
        

Berlatih melakukan penilaian karakteristik pada sedupan secangkir kopi tubruk
dengan ukuran cupping 20gr/ 200 ml, 90 C. Untuk mengetahui : Sifat keasaman (acidity), Body, Prisa (flavor)

1. Belajar dari biji sampai Sentuhan rasa
    Menilai dari Biji Kopi yang telah disangrai (Roasted Beans) : Type, Celah tenggah (Centercut), Mutu,  (Quality).


Picture Profile


         Merasakan, memahami, dan menikmati kopi dengan sekali "Sruput", dengan indra perasa kita masing - masing. Hingga malam ini (31/10; 21.00 pm) mendapatkan obrolan yang hangat dan menarik tentang Cupping Kopi Sumatera VS Bali Kintamani Beans. Bersama teman-teman kopikoe yang berpengalaman kita semua saling bertukar pikiran tentang penilaian karakteristik Kopi ini...

Tobe........

Reference : Buku Pintar Kopi (Ir. Edy Pangabean) 

Thursday, February 16, 2012

3 Karakter Penentu Rasa Kopi

Kualitas biji kopi merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan rasa sajian kopi yang dihasilkan. ada tiga karakter yang terdapat dalam biji kopi dan menjadi penentu kualitasnya,

Karakter pertama : Keasaman

Jika anda penikmat kopi, maka keasaman atau biasa dikenal dengan acidity adalah karakter yang berhubungan dengan kecerahan kopi dan memberikan sensasi rasa yang lebih ’hidup’ di bagian tepi lidah anda. Karena itu, biji kopi yang baik memiliki keasaman namun dengan tingkatan yang rendah. Keasaman yang terlalu tinggi menyebabkan sajian kopi yang dihasilkan terlalu asam dan hal ini menyebabkan sajian kopi yang dihasilkan tidak lagi terasa nikmat.
Tingkat keasaman kopi ditentukan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah tempat tumbuh tanaman kopi dan pengolahan kopi. Kopi yang ditumbuhkan di dataran tinggi yang kaya akan mineral gunung berapi akan memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Terkait dengan pengolahan biji kopi, kopi yang diolah secara basah memiliki tingkat keasaman lebih tinggi secara signifikan daripada yang diolah secara kering. Selain itu, tingkat keasaman kopi juga tergantung pada tingginya suhu penyangraian, lama penyangraian, dan metode brewing.

Karakter kedua : Aroma

Saat anda menikmati kopi, maka anda akan menyadari bahwa aroma kopi merupakan karakter yang terpenting untuk spesifisitas kopi. Setiap jenis kopi memiliki memiliki atribut yang dapat menstimulasi indera penciuman, tak terkecuali kopi instan. Akan tetapi kopi instan sudah tidak lagi memiliki senyawa volatil yang menyebabkan penurunan dramatis sensasi rasa keseluruhan.
Aroma kopi yang diterima oleh indera kita terjadi melalui dua mekanisme, yaitu langsung dipersepsi oleh hidung ketika kita mencium aromanya sebelum kita meminum kopi dan secara retronasal. Mekanisme kedua terjadi bila kopi telah berada di mulut atau telah ditelan dan senyawa volatil yang terdapat pada kopi menguap ke atas memasuki saluran nasal.
Tahukah anda bahwa jumlah senyawa volatil yang ditemukan di kopi semakin meningkat setiap tahun? Jika saat ini jumlah senyawa volatil pada kopi menembus angka 800, bukan tidak mungkin jika di tahun-tahun mendatang jumlah ini akan meningkat terus. Wow, bagaimana bisa? Ya, hal ini seiring dengan bertambahnya waktu, maka metode analisis senyawa volatil semakin akurat dan sensitif. Oleh karena itu, dengan metode yang dikembangkan saat ini, ada kemungkinan masih ada senyawa yang belum teridentifikasi dan mungkin sudah menguap pada saat diekstrak.

Karakter ketiga : Body

Karakter ketiga penentu kualitas kopi adalah apa yang disebut sebagai body kopi. Body merupakan ”tekstur” pada kopi yang dapat anda rasakan dengan membiarkan kopi tetap berada di lidah dan menggosokkannya dengan langit-langit mulut. Body berkisar dari yang ringan hingga berat dan dipengaruhi pemanggangan kopi. Kopi yang dipanggang secara medium dan pekat akan memiliki body yang lebih berat dibanding dengan kopi yang dipanggang ringan.

SALAM KOPI KOE "SATU RASA SENIKMAT DAN SEMANTAP KOPI KITA"

Friday, November 25, 2011

KOPI KOE ON AIR (BRAVA RADIO 103,8 fm)

Salah satu wujud eksistensi dan keseriusan KOmunitas PencInta Kopi nOEsantara (KOPI KOE) dalam dunia perkopian adalah dengan mengikuti atau sekedar mendatangi acara-acara yang berkaitan dengan dunia perkopian. Salah satunya ketika KOPI KOE diundang siaran oleh BRAVA RADIO 103,8 fm dengan tema acara "KOMUNITAS". Dihadiri juga oleh ibu Tuti Muchtar (ketua SCAI) dan Bapak Andreas Andrianto (owner CANGKIR COFFEE).

BRAVA RADIO 103,8 FM
  

Suasana diruang siaran terlihat salah seorang anggota KOPI KOE yang diberi kesempatan memperkenalkan KOmunitas PencInta Kopi nOEsantara kepada pendengar setia brava radio. Terlihat juga ditemani oleh Ibu Tuti Muchtar (ketua SCAI) dan Bapak Andreas Andrianto (owner Cangkir Coffee).


RUANG SIARAN BRAVA RADIO 103,8 FM
Beberapa kawan-kawan KOPI KOE ketika diundang siaran di brava radio 103,8 fm dengan tema komunitas. Sedang berfoto bersama salah satu penyiar brava radio dan bapak Andreas Andrianto (Owner Cangkir Coffee).

ANGGOTA KOPI KOE


SALAM KOPI KOE
"SATU RASA SENIKMAT DAN SEMANTAP KOPI KITA"




























 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India